RSS
Facebook
Twitter

30 December 2010

Madah Tulisan Hati

Seorang penulis, biasanya menulis perkara yang berharga pada dirinya, sama ada perkara itu adalah mengenai peribadinya, ataupun mengenai kehidupan hariannya, ataupun mengenai perasaan dan isi hatinya.... apa sahaja yang dirasakan berharga dan ingin dikongsi bersama dengan dunia.



Itulah fitrah penulis dan penulisannya. Setiap kali pena dan tinta bermain di atas kertas, setiap kali itulah dunia akan membaca, indah atau pedih, gembira atau duka, itulah hasil daripada tinta yang berbicara. Barangkali di mulut terukir senyuman mesra. Rakan dan taulan tertawa dengan jenaka yang terhasil dari mulut bicara. Tetapi hakikatnya, menitis air matanya, di atas dakwat pena yang melakar di atas sehelai warkah putih tidak berwarna.



Entah mengapa, dunia pena dan tinta sudah tidak ceria lagi. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menarik perhatian aku, seorang peminat pena dan tinta, yang satu ketika dulu suka mencuba sesuatu yang baru. Satu persatu, hasil tarian pena dan tinta yang aku miliki dahulu kuperhatikan. Ku teliti dan hasilnya adalah satu senyuman.



Tetapi menjadi satu persoalan, apakah mereka yang membacanya, juga tersenyum seperti aku?



Allahu akbar!!!



Seseorang telah berpesan kepadaku, “Wahai anakku, lampirkan penulisanmu itu dengan seribu manfaat, yang dapat membuat orang yang membacanya, tahu sesuatu yang baru. Jangan ditulis sesuatu yang membuatkan orang tahu rahsia peribadimu. Benar, pena dan tinta itu adalah wadah untuk hati berbicara. Mana mungkin seorang yang tidak punya ilmu, mampu menulis sesuatu yang berharga buat manusia lainnya...”



Aku tertawa..... tapi aku tidak tahu, apakah tawaku itu tawa gembira, atau sekadar untuk menutup hati yang luka. Dan aku tertawa lagi, dan barangkali kalian juga sedang tertawa, yang akhirnya kalian simpulkan, “Dia ni memang suka bermadah.”



Ya, aku suka bermadah, aku suka bermain kata. Aku amat kagum dengan bahasa. Sebab itulah, aku bulatkan dalam hati, yang aku tidak akan bertoleransi dengan mereka yang bermain-main dengan bahasa. Mereka yang sering menggunakan kata-kata yang salah dengan cara yang salah.



Tetapi.....



“Ini tulisan siapa? Siapa yang menulisnya? Siapa?”



Aku tertanya-tanya. Kerana di hadapan mataku itu, beberapa warkah penuh dengan kata-kata, yang terhasil dari tarian tinta dan penaku, tetapi tidak sedikit pun aku melihat, padanya ada diriku.



Itu palsu! Itu palsu!! Itu palsu!!!



Dan tulisan ini, yang sedang kalian baca ini, aku tidak tahu, apakah memberi erti kepada kalian, apakah memberi pengetahuan dalam diri kalian... Aku tidak tahu.



Cuma, satu perkara yang aku mahu kalian beri perhatian,



“Wahai sahabat-sahabatku, jangan kalian remehkan dunia penulisan, apa yang kalian ungkapkan di sini, akan menjadi saksi diri kalian, di hari pembalasan yang dijanjikan. Aku dan kamu, kita dan mereka, tiada bezanya. Yang membezakan antara kita, hanyalah pada amal. Bukan kata bicara, atau pengetahuan dan ilmu yang beribu mahupun penulisan yang kita banggakan ini dapat membantu kita di sana nanti..”




1 ulasan:

syuk said...

hmm...dunia penulisan penuh bermakna..